Bermula dari Mimpi

9th October 2013
Suka & Bagikan

 

Cerita tentang impian seseorang adalah cerita tentang bagaimana seseorang mulai membangun masa depannya, karena banyak sekali hidup manusia dibangun mulai dari  sebuah impian. Mimpi adalah cara kita untuk menggambarkan masa depan.

Sewaktu masih duduk di sekolah dasar, kita masih sering ditanya tentang mimpi  dan cita-cita kita di masa mendatang. Seiring, dengan waktu, pertanyaan tentang cita-cita tersebut mulai menghilang. Namun, esensi dalam membangun impian sebenarnya tidaklah pernah padam.

Simaklah  beberapa cerita berikut  yang menggambarkan betapa sebuah impian mempunyai peran penting yang menentukan masa depan seseorang.

Mimpi adalah cara kita menarik pikiran kita menuju masa depan. Stephen Covey menyebut hal ini sebagai “mulai dengan tujuan akhir dalam pikiran “. Dengan mulai memikirkan tujuan yang kita sasar-dengan kata lain, masa depan kita- kita bisa mengerahkan dan memfokuskan energi kita untuk mencapai impian kita.

Fokus menjadi salah satu hal paling penting dalam kehidupan manusia karena manusia mempunyai berbagai keterbatasan-misalnya keterbatasan dari sisi tenaga, pikiran, atau berbagai sumber daya, misalnya keuangan. Keterbatasan ini menjadikan orang harus memilih dan memfokuskan kekuatan pada impian-impian yang telah dicanangkan.

Dengan focus yang lebih jelas, hidup kemudian menjadi lebih terarah. Kita tahu kemana kita akan berjalan dimasa mendatang.

Dalam hidup ini sangat penting untuk tahu kemana kita akan pergi. Kondisi dan posisi sekarang memang penting, tetapi arah masa depan kita jauh lebih penting, karena ke sanalah kita akan berjalan. Impian dan cita-cita akan memberikan arah, sekaligus menjadi panduan apakah kita masih berjalan pada arah kehidupan kita yang benar atau tidak.

Mimpi atau cita-cita juga bisa menjadi acuan dan standar yang bisa memberikan penilaian apakah kita sudah bekerja secara baik atau belum. Setiap tahun kita bisa melihat hasil-hasil kerja yang telah kita lakukan, apakah semakin mendekati impian kita atau malah menjauh. Dengan demikian, kita bisa memberikan semacam perenungan dan sekaligus menetapkan tekad untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan agar pada masa-masa mendatang bisa bekerja secara lebih baik dan terarah.

Selanjutnya, mimpi yang kita miliki adalah sumber energi berlimpah dari keseluruhan apa yang akan kita lakukan. Mimpi memberikan tanaga  ekstra yang akan memberikan daya  dorong yang kuat agar kita selalu bisa bertahan dalam mencapai  mimpi-mimpi tersebut.

Daya dorong ini penting karena manusia mempunyai kadar motivasi yang berlangsung naik turun. Terkadang ia mempunyai motivasi yang sangat tinggi dalam mencapai sesuatu, tetapi di sisi lain tidak jarang kadar motivasi yang dimilikinya turun sampai dasar yang paling dalam. Mimpi memegang kekuatan untuk menjadi daya dorong penting agar motivasi bisa kembali diangkat tinggi ke permukaan.

Kekuatan mimpi dalam membangun motivasi ini sangat besar, karena sekali saja orang kehilangan motivasi hidup, akan sulit baginya untuk bangkit dan bekerja lebih keras lagi. Hanya kekuatan dalam dirinyalah yang akan mampu mengubah hidup yang hampa motivasi dengan gairah dan ambisi yang kuat. Kekuatan itu adalah mimpi yang ia bangun.

Untuk bisa membangun mimpi dan cita-cita hidup yang kuat, mimpi itu harus dimulai dari lubuk hati yang paling dalam, dari keinginan yang sangat kuat, dan tidak hanya sekedar respons terhadap apa yang terjadi di luar. Mimpi harus dibangun dari sebuah kesadaran tentang masa depan seperti apa yang di rindukan seseorang.

Impian dan cita-cita adalah sebuah tujuan mulia, karena itu tidak bisa dibangun sekadar ada, apalagi menyadarkan pada bualan para peramal. Hidup ini bukan main-main yang bisa ditentukan oleh semacam “daya khayal” para peramal. Secara realistis, hidup harus dibangun dengan jalan dan arah yang kita  bikin sendiri.

“idza ghaamarta fi syarafin maruumin,

Fala taqna’bimaa duunannujum”.

Jika kamu menginginkan suatu tujuan yang mulia,

janganlah kamu puas dengan ramalan ahli nujum.     

Jika kita datang pada para peramal, mereka akan meramalkan masa depan kita seakan-akan hal itulah yang akan terjadi pada kita. Apakah kita akan percaya pada mereka atau tidak sangat tergantung pada bagaimana kita membangun mimpi dan cita-cita kita sejak awal. Jika pondasi mimpi yang kita bangun itu kuat, segala macam lamaran tentang diri kita tidak akan mempengaruhi cara kita hidup.

Ini berarti, bahwa hidup  yang kita jalani tidak bisa disandarkan pada orang lain. Yang menentukan baik buruknya masa depan kehidupan adalah kita sendiri dengan mimpi-mimpi yang terus kita bangun. Lingkungan kita mungkin bisa memberikan respons terhadap apa yang kita kerjakan, tetapi mereka tidak bertanggung jawab terhadap kehidupan kita. Kitalah yang menentukan masa depan kita sendiri.

Sejauh mana kita bisa menggapai cita-cita dan impian yang kita bangun sepenuhnya adalah tanggung jawab kita sendiri. Jangan biarkan dan lingkungan  di sekitar kita mengganggu dan menghambat kita untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Jika mereka memberikan respons positif, berterima kasihlah dan terimalah itu sebagai pendorong untuk lebih cepat melakukan kerja-kerja yang mengarah pada pencapaian impian kita. Respons positif akan menjadi tambahan kekuatan agar kita semakin  tegar. Sebaliknya, jika terdapat respons negatif terhadap apa yang kita kerjakan, berterima kasihlah dan jadikan hal itu sebagai cambuk untuk membuktikan bahwa apa yang kita kerjakan sudah berada dalam jalan yang benar. Buktikanlah dengan kesuksesan Anda bahwa komentar negatif orang itu salah total.

Karena itu, jangan pernah berhenti bermimpi karena mimpilah yang akan membawa kita untuk  terus hidup dan bersemangat dalam mencapainya. Impian akan menjadi pendorong lebih cepat saat kita terjaga dalam motivasi hidup yang kuat. Saat kita terpuruk, impianlah yang mempertahankan motivasi kita agar tetap hidup.

NB : Dari sebuah BUku yang diketik ulang

Hubungi kami

081315527965
081291191184
5474C9CF
087779340442
Customer service 2